Pameran Rumah Tangga

    Rumah Tangga

    Rumah tangga adalah sebuah ikatan yang berawal dari cinta yang hingga akhirnya menjadi sebuah keharmonisan yang panjang. tumbuh dan berkembang dengan warna warna yang bagai pelagi, menghiasi sebuah keluarga itu sendiri. memiliki peran dan tanggungjawab masing masing yang mestinya dijalani dengan sebaik mungkin agar terjadi sebuah keharmonisan. tak ada yang mengharuskan, namun memang jalan takdir dan insting dari manusia karena memang pada dasarnya tiap manusia diciptakan saling brpasang pasang agar manusia itu sendiri mampu menyadari seberapa besar kekuasaan Tuhan yang menciptakan sebuah rasa cinta. cinta yang mengikat antara satu dengan yang lainnya yang hingga pada akhirnya munculah yang namanya rumah tangga. tampak dari tugas masing masing anggota keluarga yang kadang kala saling membany lsatu sama lainnya. namun kadang kala terjadi ketidak cocokan dalam mengambil tindakan hingga terjadi pertengkaran antara adik kakak maupun suami dan istri. hal ituwajar sebagai pelangi dalam menjalani tangga yang panjang hingga suatu saat dapat menikmati hasil dari buah cinta sebuah pasangan, yaitu anak. rumah tangga dianggap sebagai puncak dari kehidupan, dimana setelah kita berumah tangga, telah bekerja dan telah memiliki beberapa oranga anak, serasa sempurnalah hidup itu. tak peru dipungkiri dengan fakta seperti itu karena cinta mengikat semua manusia menjadi satu dalam arti serius yaitu rumah tangga.

    Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi. Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.

    Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan. Perbedaan itulah letak keharmonisan dari sebuah keluarga. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.

    Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.

    Hasil Karyanya???

    "padi"
    "padi" adalah sebuah perlambangan dari kemakmuran dan kesejahteraan. dilambangkan dengan empat ikat padi menjadi simbol dari ayah, ibu, dan dua orang anak yang diharapkan akan sejahtera, makmur, dan tak kurang satu apapun. hal itu tentunya sebuah harapan dari pameran ini yakni semoga tercapai apa yang diekspresikan dalam simbol- simbol masing masing khususnya dalam segmen "padi" ini. Dari sini sekiranya saya merasa perlambangan padi lebih cocok dengan kesejahteraan dan kemakmuran sebab padi bersifat tumbuh dan menghdupi. ia mengandung banyak butiran dan banyak dicari oleh siapa saja. oleh sebab itu makanan pokok dari orang indonesia sendiri ialah nasi yang berasal dari bulir- bulir padi. tentunya kemungkinan kecil padi yanng diambil bila pameran ini diangkat oleh orang kebangsaan lain seperti kentang misalnya atau jagung dan sebagainya selain padi. sebab orang indonesia belum dikatakan sudah makan bila belum menyentuh yang namanya nasi. dapat diambil pesan nasionalisme dalam sesi ini yakni makanan khas Indonesia yang berasal dari padi. selebihnya masih banyak lagi pesan yang tersimpandalam filosofi pasi disini.


    "tangga"
    "tangga" disini lebih ditonjolkan pada sebuah tangga yang orang tentu langsung mengerti maksud dari lukisan itu yakni sebuah rumah tangga. namun pesan yang dapat saya ambil dari lukisan ini ialah lebih pada sebuah rumah tangga yang menjulang jauh tinggi keangkasa dan disertai dengan tumbuhnya bunya putih yang melinarinya. dari segi pembuatannya mencerminkan sebuah keharmonisan warna yang indah yaitu perlambangan kembali dari rumah tangga Bapak Jabaril dan Ibu Ika. lukisan inilah yang menjadi ikon utama dalam pameran bertajuk Rumah tangga lalu. tak dipungkiri sebab lukisan ini menjuru langsung pada inti pameran rumah tangga. Saya melihat dari segi lukisan, rumah tangga keluarga ini telah panjang jalan yang dijalani hingga digambarkan sampai menemus awan hingga langit. dililit oleh bunga tampak keharmonisan yang ditunjukan ewalau seharusnya banyak pula masalah yang terjadi dalam rumah tangga tersebut. tampak semi realis cocok untuk mengangkat nilai fiosofi
    sebuah lukisan daripada benar- benar realis. disinilah nilai tambah keluarga Bapak Jabaril yang hingga saat ini masih utuh dan semoga bahagia selamanya.


    Papat Pancer Lima Wali
    Dilukiskan dengan cat minyak, enam buah wajah dengan warna yang seragam. namun yang saya angkat adalah "wajah merah" yang dilukis memakai warna merah berni. tiap warna memiliki kesan pesan dan filosof berbeda- beda. dari llukisan Papat Pancer Lima Wali ini saya melihat bahwa ada terdapat sebuah kemarahan, ketegasan, keberanian, amukan, bahkan kegigihan dalam memperjuangkan rumah tangga. Pesan- pesan ni terangkum dalam sisi merahnya. dari segi bentuk wajah, hanya memakai garis tebal menyerupai wajah yang seharusnya masih belum bisa dikatakan wajah, hanya saja menyerupai wajah- wajah manusia. ada enam stilasi wajah menunjuk pada jumlah aseluruh anggota keluarga yaitu ayah, ibu, danempat orang anak. dalam sebuah rumah tangga tentunya tak lepas dari kemarahan yang anggaplah sebagai warna warni dari rumah tangga. merah dapat berarti kegigihan seorang ayah bekerja banting tulang peras keringat hanya untuk menghidupi anak istri. atau merah disini dapat pula menjadi tolak ukur kegigihan seorang ibu yang dengan beraninya bertaruh nyawa demi melahirkan buah hati mereka. dan bisa jadi merah sebagai warna dari seorang anak yang gagah berani, simbol dari baik buruknya sebuah keluarga ini. yang terakhir merah dapat dikatakan warna dari keluarga dalam masyarakat yang keras di ibu kota. penafsiran- penafsiran ini menjuru pada keseluruhan warna yang dominan sebagai ungkapan perasaan, yakni warna warni sebuah keluarga.

    "jaring"
    Instalasi menarik dari pameran rumah tangga adalah sebuah instakasu yang memiliki daya tarik tersendiri. instalasi hiasan jaring yang mengikat banyak lukisan lukisan kecil berukuran 30 X 30 mengisahkan ikatan yang sanyat erat dan banyak dari cintanya ayah dan ibu pada anaknya, atau sebaliknya yang begitu ramainya dengan pesan- pesan moral yang dibawakan oleh beberapa lukisan kecil. lukisan kecil bersubyek benda tak jelas rupanya hingga saya sendiri tak mengerti gambar gambar apa yang terpampang. Berbentuk garis garis abstrak melingkar serupa bundaran- bundaran ekspresionis dari penciptanya. tergantung dalam jaring ikan yang tak terlalu luas hingga cukup dalam ruangan gallery sozo art. bukan menjadi sempit, malah memperindah dari obyek lukisan lain yang ada disekitarnya. sedikit menceritakan bagaimana ikatan sebuah keluarga yang kuat menjadi satu hingga tak dapat terpisahkan oleh apapun. jaring jaring yang hampir tak terlihat membuat lukisan- lukisan kecil seakan akan melayang ditengah- tengah ruangan. dapat pula ditafsir dari segi ikatan batin antara anggota keluarga satu dengan yang lainnya. atau ikatan keakraban yang terjalin bagaikan melayang diudara. instalasi yang begitu menakjubkan dalam segi estetika dan filosofinya. hampir sempurna tampak menyeluruh mulai dari atas atap hingga lantai dengan taburan taburan benda dibawahnya.


    Dan...


    Akhirnya pameran yang berlangsung beberapa hari didua kota ini berakhir dengan baik dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari beberapa rekan dan murid Ibu Ika maupun Bapak Jabaril. hingga tertulislah sebuah makalah kecil ini yang mengangkat tema pameran rumah tangga, hasil dari pasangan suami istri Bapak Jabaril dan Ibu Ika yang berisikan penafsiran penafsiran tentang beberapa karya lukisan maupun instalasi dalam gallery sozo art space.
    Penafsiran- penafsiran ini tidaklah sebagai patokan dalam menafsirkan semua karya pameran ini, namun lebih sebagai sebuah sudut pandang baru dari sebuah pemikiran mahasiswa seni rupa, karena pada dasarnya arti dari karya karya pameran tersebut adalah hak dari para penikmat seni masing- masing. mengambil acuan dari kehadiran langsung pada pameran, mensurvey bagaimana sebuah keluarga yang berarti, dan mencari reverensi dari berbagai sumber hingga terbentuk sebuah pemikiran baru ini.
    Banyak kesalahan yang terjadi dalam segi penulisan, penafsiran, maupun dalam segi pembahasaannya yang memang saya sendiri belum pernah mengalami bagaimana rasanya menjadi kepala rumah tangga. arti dari rumah tangga sendiri mengambil pemikiran dari segi dunia anak, posisi saya dalam keluarga sekarang. semoga dari pemikiran ini akan muncul pemikiran- pemikiran baru yang akan menguak semua sisi dari sebuah arti rumah tangga khususnya pameran rumah tangga kali ini.
    Akhirnya dengan segala hormat, saya mengucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf yang sebesar- besarnya bila terdapat salah kata atau sesuatu hal yang tak layak untuk diulas dalam pameran ini. harapan saya semua yang menjadi harapan harapan dan angan yang disimbolkan dengan berbagai benda yang ada dalam pameran ini menjadi kenyataan dan akan membawa sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, amin.

Total Pageviews