KRIPTIK SI CERPEN



    1
    FIRASAT
    Cerpen yang berjudul “FIRASAT” bertemakan keluarga yang dikarang oleh Pisces Girl ini bercerita tentang keterkaitan sebuah batin keluarga terhadap sesuatu yang terjadi. Tepatnya seorang anak yang mempunyai “FIRASAT” buruk terhadap ayahnya. Begitu pula anaknya yang merasakan gelagat ayahnya yang tak seperti biasanya. Firasat tersebut terbukti ketika sesuatu menimpa sang ayah, yaitu ketika sang ayah meninggal dunia.
    Cerpen ini terlihat dari judulnya memang terkesan ada bau- bau mistis, akan tetapi jika kita membacanya, kita akan tahu bahwa dalam cerita ini tak ada bau- bau mistis, dan setelah dibaca ternyata ceritanya biasa- biasa saja. Seharusnya awal cerita ini dimulai dengan perkenalan tokoh agar bsa dipahami, tapi… ini lngsung masuk permasalahan jadi, kurang bisa dimengerti. Menurut saya alur yang digunakan adalah alur maju, settingnyapun juga tidak jelas, sedangkan latar tempatnya hanya didalam rumah saja dan selebihnya hanya dikaitkan dengan mimpi. Seharusnya cerita seperti ini akan lebih baik jika menggunakan sudut pandang orang ketiga agar bisa difahami, kalau seperti ini pembaca tidak akan mengetahui isinya kalau tidak jelasnya tokoh tokoh yang berperan didalamnya . karena ceritanya yang cepat membuat bosan, jadi amanatnya kurang bisa disampaikan.




    2.
    Rangkaian Puisi untuk Cinta
    Cerpen Rangkaian Puisi Untuk Cinta karangan salah satu siswi SMA bernama Raya memiliki kecendrungan cerita yang bertitik berat pada kisa seorang anak muda dan remaja yang masih duduk dibangku sekolah. Kehidupan anak remaja yang duduk dibangku sekolah memang merupakan kisah yang banyak diungkapkan oleh para penulis cerpen dan novel.
    Dalam cerpen tersebut permaslahan yang diungkapkan oleh pengarang adalah rasa sakit yang dalami oleh seorng pemuda karena cinta yang tak terbalaskan pada sahabatnya sendiri, masalah hati dan perasaan memang sulit diungkapkan bila seseorang tersebut tak memiliki keberanian. Dicerpen ini dijelaskan penyesalan sipemuda karena dia tak berani mengungkapkan rasa cintanya pada sahabatnya.
    Menurut saya cerpen tersebut mengambil latar cerita yang sangat sederhana tetapi dapat memikat pembaca. Permasalahan yang diungkapkanpun juga sederhaa yatu rasa sakit seseorang yang sering dialami oleh banyak orang.
    Kesederhanaan cerpen tersebut cukup terlihat apabila kita memperhatikan jalan ceritanya. Jalan cerita dicerpen ini sangat mudah dipahami dan klimaksnyapun tidak memuncak , sehingga masalah tidak menjadi rumit dan mudah untuk mencari penyelesaiannya, tetapi pengarang cukup baik dalam pengungkapan disetiap tokohnya.
    ***************

    By : Wahyu T XIIA3 SMART 08/09

    3.

    Ikan Hias Hanung
    Cerpen yang berjudul “ikan hias hanung” terbitan BOBO edisi ke-31 ini termasuk cerpen anak karena tak terlalu mengekang pada anak remaja yang biasa ada pada cerpen pada umumnya. Terdapat didalamnya percakapan singkat dan penjelasa lainnya yang bersifat singkat, jelas dan padat sehingga pembaca langsung mengerti semua maksud dan tujuannya. Dari segi penokohannya cerpen ini tak terlalu rumit dengan memakai tokoh tiga orang dengan hanung sebagai tokoh utamanya. Selain itu temanya jelas yaitu mendapat penghasilan dari penjualan ikan yang dititipkan pada pamannya. Settingnyapun tak kalah seru namun tak begitu menonjol yaitu disekolah tepatnya diperpustakaan dan ditoko sipaman.
    Tak ada pertanyaan yang akan timbul bila membacanya karena semua telah jelas dimaksudkan. Namun karena terlalu singkatnya walaupun mudah dibaca dan dimengerti terdapat ketidakpuasan atas cerita yang singkat. Pembaca seakan ingin membacanya terus dan terus. Dalam latar suasana penceritaannya kurang menyentuh karena diceritakan tanpa mendramatisir dan hanya beberapa kalimat yang digunakan.
    *****************************

    4.

    SAHABAT PENGHIANAT
    Cerpen yang berjudul “SAHABAT PENGHIANAT” adalah satu cerita yang memang benar terjadi dalam kehidupan nyata, apalagi dikalangan remaja. “YULIA SUKMADA” telah membuat cerita yang “PAS” buat konsumsi- konsumsi para remaja, soalnya masih dalam lingkungan pergaulan yang memang sering terjadi hal seperti itu, dan ceritanyapun nggak nanggung- nanggung, ada yang baik- baik banget ada yang jahat- jahat banget. Walaupun ceritanya panjang banget.
    Hampir semua kata- katanya mudah dimengerti, ya … karena memang sering terjadi, tapi sayang banyak kalimat- kalimat yang menyelimut atau menyimpang yang membuat konsentrasi pembaca terganggu, seperti saat “FELLA” matanya buta tapi sipenulis masih membubuhi pernyataan- pernyataan yang konyol. Mungkn sipenulis ingin menyelingi cerita agar pebaca tidak bosan, tapi penempatannya itu lho……!?? Yang nggak tepat. Setting dari cerita ini tidak monton, selalu perpindah dari sekolah, rumah kakek, kebun, rumah sakit, kelas sore, pokoknya settingnya bagus- bagus deh. Kalau saja dalam cerita banyak dialognya pasti akan lebih menarik, tapi sayang sebagian besar adalah cerita dari satu pihak yaitu “FELLA” Oh……..ya yang paling nggak masuk akal adalah apa mungkin mata Fella yang tertusuk batang singkong hanya diperiksa saja, apa tidak dioperasi, lagipula apa akan sembuh dalam waktu empat hari, nggak mungkin?
    Ending cerita inipun tak jelas. Bagaiana keadaan Fella setelah mengetahui kalau Lira berhianat, lalu bagaimana nasib Lira, dikeluarkan dari sekolah, masuk penjara, atau dia mengakui kesalahnnya, sungguh membuat penasaran. Dari segi sudut pandang, penulis memberikan sudut pandang orang I “AKU” yang semakin memperjelas cerita itu. Oh…. Satu lagi, sebaiknya cerita ini terlalu sadis untuk bacaan anak SMP, takutnya mereka yang masih dalam pencarian jati diri, bisa terpengaruh dalam tokoh lawakan dalm cerpen, tapi saya tidak menginginka hal itu terjadi, semoga……………

    By : Rudolf R XIIA3 SMART 08/09

    5.

    Cinta Dalam Hati

    Dalam cerpen ini menceritakan tentang sebuah kisah cinta yang selalu dipendam oleh sang tokoh. Dengan menggunakan alur maju yang baik, penulis juga berhasil membius pembaca akan sebuah persaan yang kebanyakan para remaja rasakan. Penokohannya simple dan mudah dihafal bahkan dengan mudah menebak setiap karakter dari masing- masng tokoh tersebut. Kalimatnya sederhana dan santi namun unggul dalam pembawaan jiwa pembaca seakan penulis tahu mana waktu yang pantas untuk membuat pembaca merasa deg- degan ataupun sedih. Selain itu setting tempatnyapun mengambil tempat lingkungan sekolah dan rumah sakit, hal itu baik sehingga tak perlu bertele- tele dengan menambahkan tempat yang tak perlu disebutkan.
    Walaupun termasuk cerpen yang luayan pendek, penulis jeli mengukur kelemahannya dengan menambahkan sebuah lirik lagu yang juga masih dalam satu cerita. Keunggulan dari penambahan lirik lagu ini ialah bila sipembaca ikut menghayati lagunya, ia akan seratus persen terbawa suasana yanga ada pada cerpen ini.
    *************

    6.

    Akhirnya Aku Pergi

    Banyak terdapat dimajalah- majalah menceritakan sebuah kisah cinta. Berbeda dengan lainnya, cerpen ini menceritakan tentang sebuah kisah persahabatan. Tak lepas dari tema percintaan, cerpen yang lumayan menrik ini mengambil tokoh seorang cowo yang “cool dan tajir” dan masih dalam lingkup cinta segitiga. Dalam segi bahasa, cerpen ini berbahasa santai namun serius sehingga baik pula dibaca semua kalangan dan tentunya para remaja. Untuk penokohannya sendiri tak terlalu rumit dengan menunjukan banyak pemain namun hanya berlingkup pada tiga orang. Diceritakan dengan alur yang runtut dan dengan setting yang baik yaitu dilingkungan sekolah sehingga pembaca yang mayoritas pelajar akan mudah mengerti semua maksudnya.
    Kelebihan dari cerpen ini penulis lebih menekankan pada kesedihan yang dibawakan dengan pilihan kata yang baik dan sedikit formal. Hal itulah yang membuat pembaca dapat mudah teranyut oleh situasi cerita. Tak hanya kesedihan yang ditampilkan, namun penulis membubuhkan keceriaan yang menarik dalam bagian pembuka hingga pertengahan cerita. Perpaduan yang kontras itulah yang membuat cerpen ini menarik dan berbeda dari yang lainnya.


    ******************









Total Pageviews